Melalui Surat Edaran Nomor 0110/SDAR/BSNP/IX/2019, tanggal 24 September 2019, Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) secara resmi mengumumkan jadwal pelaksanaan Ujian Nasional bagi seluruh sekolah jenjang SMK/MAK, SMA/MA, dan SMP/MTs. Berikut adalah jadwal UNBK untuk jenjang SMA/MA:

Adapun untuk UNBK Susulan, akan dilaksanakan tanggal 7 dan 8 April 2020.
Untuk kisi-kisi UN Program IPA, silahkan unduh di sini.
Untuk kisi-kisi UN Program IPS, silahkan unduh di sini.
JAKARTA - Kabar baik datang dari tim tari tradisional SMA Kartika VIII-1 yang berhasil menyabet juara 3 dalam ajang bertajuk CATASTROPA 2.0. Catastropa sendiri adalah ajang tahunan yang diadakan oleh SMAN 38 Jakarta. Ajang ini memperlombakan beberapa olahraga dan kesenian seperti futsal, basket, voli, musik dan tari tradisional serta tari modern. Peserta dalam ajang ini berasal dari SMA/SMK/MA di Provinsi DKI Jakarta dan Kota Depok. Tari yang dibawakan oleh tim tari tradisional SMA Kartika VIII-1 dalam ajang kali ini adalah Tari Lenggang Nyai.
Sedikit sejarah tentang Tari Lenggang Nyai, tarian ini adalah tarian yang berasal dari DKI Jakarta. Tari Lengang Nyai menceritakan cerita rakyat Betawi, yaitu Nyai Dasimah. Nama Tari Lenggang Nyai sendiri berasal dari kata “lenggang” yang berarti “melenggak – lenggok” dan kata “Nyai” yang diambil dari cerita Nyai Dasimah.
Guru yang mendampingi tim tari tradisional kali ini, Bu Rahma, mengatakan bahwa ini merupakan permulaan yang bagus bagi tim yang mayoritas anggotanya berasal dari kelas X ini. Ke depannya mudah-mudahan mereka bisa mendapatkan pretasi yang lebih baik lagi.
![]() |
![]() |
|
![]() |
![]() |
|
![]() |
![]() |
Kontributor : Faja Rahmadiyah, S.Pd. & Tri Wahyu Hidayati, S.Pd.
Berbakat dalam menulis? Punya tulisan yang menarik? Kirim tulisanmu ke Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. agar dapat berbagi pikiran dengan pembaca lain. Tulisan bersifat inspiratif, fakta atau opini, bukan fiksi, orisinal, serta tidak menyinggung unsur SARA. All credit goes to the author.
Perwakilan SMA Kartika VIII-1 turut serta dalam kegiatan Training of Trainer (TOT) Klub Jantung Remaja (KJR), Yayasan Jantung Indonesia. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan SMA/SMK se-DKI Jakarta untuk mengikuti pelatihan yang diadakan oleh KJR di Yayasan Jantung Indonesia yang bertempat di Jl.Teuku Umar No.8, Menteng, Jakarta Pusat. Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan setelah sebelumnya perwakilan dari yayasan tersebut berkunjung ke sekolah dalam rangka penyuluhan tentang bagaimana menjaga agar jantung tetap sehat, bahaya merokok, kemudian penjelasan tentang sejarah dan tujuan didirikannya KJR, serta fun games.


Kegiatan ini dilaksanakan atas dasar pentingnya menumbuhkan kesadaran untuk menjaga kesehatan jantung, terutama bagi remaja usia dini. "Sejak dini kita harus berupaya menekan angka penderita penyakit jantung akibat kebiasaan pola hidup tidak sehat. Ini tentunya sudah menjadi tugas kita bersama. Dan kita bisa memulainya dari para generasi muda," ungkap Kak Riflan selaku salah satu panitia kegiatan.
Disana para peserta mendapatkan pelatihan seperti; public speaking, bahaya merokok, kesehatan jantung, team building, leadership, senam Hip Heart 2, serta manajemen organisasi. SMA Kartika VIII-1 Jakarta sendiri mengirim 3 siswi sebagai perwakilan yaitu Atika Yuningsih, Cut Zauja Chairunnisa, dan Anami Fatihah. Kegiatan itu sendiri berlangsung selama 4 hari secara terpisah, yakni pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 20 dan 21 serta 27 dan 28 Oktober 2018. Penutupan kegiatan dilangsungkan di Taman Bunga Nusantara, Cianjur, Jawa Barat.
Dengan diadakannya pelatihan ini diharapkan dapat membangun regenerasi KJR (Klub Jantung Remaja) ke depannya, serta dapat membentuk komunitas yang dapat memberikan penjelasan tentang bagaimana menjaga jantung agar tetap sehat di lingkungan sekolah tercinta.
|
|
|
![]() |
![]() |
Kontributor : Atika Yuningsih (XII MIA), Anami Fatihah (X MIA)
Berbakat dalam menulis? Punya tulisan yang menarik? Kirim tulisanmu ke Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. agar dapat berbagi pikiran dengan pembaca lain. Tulisan bersifat inspiratif, fakta atau opini, bukan fiksi, orisinal, serta tidak menyinggung unsur SARA. All credit goes to the author.
Sebanyak 19 anggota ambalan ADIBRATA WIRASANA pramuka SMA Kartika VIII-1 mengikuti kegiatan kepramukaan di Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango, Jum’at hingga Minggu, 26 – 28 Oktober 2018.
Selain kegiatan tersebut, tiga diantara mereka juga tergabung dalam kegiatan Saka Wanabakti yang dibina langsung oleh pelatih ekstrakurikuler pramuka sekolah, Kak Andi. Saka Wanabakti merupakan salah satu satuan karya dalam Gerakan Pramuka Indonesia yang memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan khusus di bidang kehutanan dan lingkungan hidup serta menanamkan rasa cinta dan tanggung jawab dalam mengelola sumber daya alam.

Dua kegiatan tersebut dipusatkan di Bumi Perkemahan Mandalawangi di area Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango. Kegiatan berlangsung tiga hari dan dua malam. Hari pertama berkumpul di sekolah setelah jam pelajaran terakhir usai pukul 14.00. Perjalanan menuju Mandalawangi menghabiskan waktu 6 jam perjalanan dikarenakan padatnya kondisi lalu lintas. Sampai di perkemahan pukul 20.00, para peserta diminta untuk membangun tenda untuk kemah kemudian bersih-bersih.
Hari kedua di pagi harinya dilakukan apel pagi dan senam pagi. Setelah itu, peserta bergerak menuju Curug Cibeureum dan diwajibkan melakukan kegiatan peduli lingkungan dengan mengumpulkan sampah-sampah yang berserakan sepanjang perjalanan dari tempat mereka kemah hingga tempat tujuan. Mereka mulai bergerak dari pukul 08.00 pagi dan kembali ke kemah pukul 14.00 siang.

Sore harinya peserta diwajibkan mengikuti kegiatan ambalan. Kegiatan ambalan yang dilakukan diantaranya adalah mempelajari AD/ART Gerakan Pramuka, mempelajari Dasa Darma dan Tri Satya, arti salam Pramuka serta penggunannya, mempelajari tanda-tanda pengenal dalam Gerakan Pramuka, mempelajari struktur organisasi dan Gerakan Pramuka dan Dewan Kerja Penegak serta Pandega dan lain-lain. Intinya mereka wajib menyelesaikan syarat-syarat kecakapan umum (SKU) bagi penegak bantara.
Sekembalinya dari kegiatan tersebut, mereka diharapakan dapat menularkan sikap-sikap cinta lingkungan dan cinta hutan yang telah mereka dapatkan kepada teman-teman di sekolah.
![]() |
![]() |
|
![]() |
![]() |
|
![]() |
![]() |
|
![]() |
![]() |
Kontributor : Rexy Kurniawan, Dimas Ari Wibowo, Rosaliana Imron (XII MIA)
Foto oleh : Rexy Kurniawan
Untuk galeri foto lengkap kegiatan ini, silahkan KLIK DISINI
Berbakat dalam menulis? Punya tulisan yang menarik? Kirim tulisanmu ke Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. agar dapat berbagi pikiran dengan pembaca lain. Tulisan bersifat inspiratif, fakta atau opini, bukan fiksi, orisinal, serta tidak menyinggung unsur SARA. All credit goes to the author.