Berita Sekolah

Yusuf Ismail, S.Pd.

Yusuf Ismail, S.Pd.

Berikut ini adalah kisi-kisi Ujian Nasional Tingkat SMA Tahun 2020 yang dirilis oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Bagi guru, ini bisa menjadi acuan dalam memberikan pendalaman materi guna persiapan siswa menghadapi Ujian Nasional. Bagi siswa, ini bisa dijadikan pedoman prioritas materi apa saja yang kira-kira lebih diutamakan untuk dipelajari, dilihat dari tingkat kesukaran materi tersebut sehingga bisa meminta kepada guru mata pelajaran yang bersangkutan untuk bisa memberikan program pengayaan/intensif.

Soal UN 100 persen dibuat oleh Pemerintah Pusat. Semua soal dalam bentuk pilihan ganda, kecuali soal Matematika yang terdiri atas pilihan ganda dan isian singkat. Untuk jadwal pelaksanaan, UN SMA tahun 2020 akan dilaksanakan pada akhir bulan Maret 2020, untuk jadwal lengkapnya sila KLIK DISINI.

Bahasa Indonesia
KISI UN SMA 20 INDO IPA IPS 001KISI UN SMA 20 INDO IPA IPS 002
Bahasa Inggris
KISI UN SMA 20 INGG IPA IPS 001KISI UN SMA 20 INGG IPA IPS 002

Matematika (IPA)
KISI UN SMA 20 MTK IPA 001KISI UN SMA 20 MTK IPA 002

Biologi
KISI UN SMA 20 BIO 001KISI UN SMA 20 BIO 002Fisika
KISI UN SMA 20 FIS 001KISI UN SMA 20 FIS 002Kimia
KISI UN SMA 20 KIM 001 1KISI UN SMA 20 KIM 002KISI UN SMA 20 KIM 003 1KISI UN SMA 20 KIM 004KISI UN SMA 20 KIM 005 1KISI UN SMA 20 KIM 006

Untuk kisi-kisi UN SMA Program IPS, silahkan unduh di sini.

Untuk jadwal pelaksanaan UNBK 2020 silahkan lihat di sini.

Selasa, 01 Oktober 2019 21:32

Jadwal Ujian Nasional SMA Tahun 2020

Melalui Surat Edaran Nomor 0110/SDAR/BSNP/IX/2019, tanggal 24 September 2019, Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) secara resmi mengumumkan jadwal pelaksanaan Ujian Nasional bagi seluruh sekolah jenjang SMK/MAK, SMA/MA, dan SMP/MTs. Berikut adalah jadwal UNBK untuk jenjang SMA/MA:

Jadwal UNBK SMA 2020

 

Adapun untuk UNBK Susulan, akan dilaksanakan tanggal 7 dan 8 April 2020.

 

Untuk kisi-kisi UN Program IPA, silahkan unduh di sini.

Untuk kisi-kisi UN Program IPS, silahkan unduh di sini.

JAKARTA - Kabar baik datang dari tim tari tradisional SMA Kartika VIII-1 yang berhasil menyabet juara 3 dalam ajang bertajuk CATASTROPA 2.0. Catastropa sendiri adalah ajang tahunan yang diadakan oleh SMAN 38 Jakarta. Ajang ini memperlombakan beberapa olahraga dan kesenian seperti futsal, basket, voli, musik dan tari tradisional serta tari modern. Peserta dalam ajang ini berasal dari SMA/SMK/MA di Provinsi DKI Jakarta dan Kota Depok. Tari yang dibawakan oleh tim tari tradisional SMA Kartika VIII-1 dalam ajang kali ini adalah Tari Lenggang Nyai.

Sedikit sejarah tentang Tari Lenggang Nyai, tarian ini adalah tarian yang berasal dari DKI Jakarta. Tari Lengang Nyai menceritakan cerita rakyat Betawi, yaitu Nyai Dasimah. Nama Tari Lenggang Nyai sendiri berasal dari kata “lenggang” yang berarti “melenggak – lenggok” dan kata “Nyai” yang diambil dari cerita Nyai Dasimah.

Guru yang mendampingi tim tari tradisional kali ini, Bu Rahma, mengatakan bahwa ini merupakan permulaan yang bagus bagi tim yang mayoritas anggotanya berasal dari kelas X ini. Ke depannya mudah-mudahan mereka bisa mendapatkan pretasi yang lebih baik lagi.​

 

tari tradisional kartika 38catastropa 2       38catastropa sma kartika 81
     
tari tradisional kartika 38catastropa 1   tari tradisional kartika 38catastropa 3
     
tari tradisional kartika 38catastropa 5   tari tradisional kartika 38catastropa 4

 

Kontributor : Faja Rahmadiyah, S.Pd. & Tri Wahyu Hidayati, S.Pd.

 

Berbakat dalam menulis? Punya tulisan yang menarik? Kirim tulisanmu ke Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. agar dapat berbagi pikiran dengan pembaca lain. Tulisan bersifat inspiratif, fakta atau opini, bukan fiksi, orisinal, serta tidak menyinggung unsur SARA. All credit goes to the author.

Perwakilan SMA Kartika VIII-1 turut serta dalam kegiatan Training of Trainer (TOT) Klub Jantung Remaja (KJR), Yayasan Jantung Indonesia. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan SMA/SMK se-DKI Jakarta untuk mengikuti pelatihan yang diadakan oleh KJR di Yayasan Jantung Indonesia yang bertempat di Jl.Teuku Umar No.8, Menteng, Jakarta Pusat. Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan setelah sebelumnya perwakilan dari yayasan tersebut berkunjung ke sekolah dalam rangka penyuluhan tentang bagaimana menjaga agar jantung tetap sehat, bahaya merokok, kemudian penjelasan tentang sejarah dan tujuan didirikannya KJR, serta fun games.

klub jantung remaja 13

klub jantung remaja 9

Kegiatan ini dilaksanakan atas dasar pentingnya menumbuhkan kesadaran untuk menjaga kesehatan jantung, terutama bagi remaja usia dini. "Sejak dini kita harus berupaya menekan angka penderita penyakit jantung akibat kebiasaan pola hidup tidak sehat. Ini tentunya sudah menjadi tugas kita bersama. Dan kita bisa memulainya dari para generasi muda," ungkap Kak Riflan selaku salah satu panitia kegiatan.

Disana para peserta mendapatkan pelatihan seperti; public speaking, bahaya merokok, kesehatan jantung, team building, leadership, senam Hip Heart 2, serta manajemen organisasi. SMA Kartika VIII-1 Jakarta sendiri mengirim 3 siswi sebagai perwakilan yaitu Atika Yuningsih, Cut Zauja Chairunnisa, dan Anami Fatihah. Kegiatan itu sendiri berlangsung selama 4 hari secara terpisah, yakni pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 20 dan 21 serta 27 dan 28 Oktober 2018. Penutupan kegiatan dilangsungkan di Taman Bunga Nusantara, Cianjur, Jawa Barat.

Dengan diadakannya pelatihan ini diharapkan dapat membangun regenerasi KJR (Klub Jantung Remaja) ke depannya, serta dapat membentuk komunitas yang dapat memberikan penjelasan tentang bagaimana menjaga jantung agar tetap sehat di lingkungan sekolah tercinta.

 

klub jantung remaja 3         klub jantung remaja 12 
klub jantung remaja 26   klub jantung remaja 21

 

 

Kontributor : Atika Yuningsih (XII MIA), Anami Fatihah (X MIA)

 

Berbakat dalam menulis? Punya tulisan yang menarik? Kirim tulisanmu ke Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. agar dapat berbagi pikiran dengan pembaca lain. Tulisan bersifat inspiratif, fakta atau opini, bukan fiksi, orisinal, serta tidak menyinggung unsur SARA. All credit goes to the author.